Nama kelompok: 1.
Ninikah irofah
2. Ihwana indah apreliani
3. Fina firanda
LAKI
LAKI MISTERIUS DI ULANG TAHUNKU
Hari
ini puncak bukit barisan tertutup kabut. Kehijauan puncaknya terlihat samar
karena tertutup kabut putih. Dari tingkat dua ruang kelas di SMU Negeri 2 Ratu,
aku memandangi kabut tipi situ dengan perasaan galau.
Hatiku
memang tengah gundah. Kegundahan sebenarnya di mulai sejak dari rumah tadi
pagi. Ketika keluar dari kamar, aku kaget menemukan rumah sudah kosong. Jam
menunjukkan pukul enam lewat empat puluh menit. Dua puluh menit lagi bel
pertama berbunyi. Mengapa tak ada yang membangunkanku? Kemana orang-orang
serumah,ya?
“Ma…,
mama…!” aku mengettuk pintu kamar mama untuk membangunkannya. Tak ada jawaban.
Aku
langsung ke kamar mandi. Selesai mandi, cepat-cepat aku berpakaian dan
menyambar tas di atas meja belajar. Buku-buku kumasukkan seadanya. Melewati
kamar mama, aku lagi-lagi heran. Pintu kamar mama masih terkunci rapat. Dengan
jam dinding menunjukkan pukul tujuh tepat membuatku tak sempat berpikir
panjang. Melewati pintu depan yang terasa lebih ringan dari biasanya aku
langsung menyetop becak. Sialan, si abang becak malah cuek aja. Berlari kecil
aku mengejar becak yang seolah tak mempedulikan. Aku melompat naik.
“Ratu2,Bang,”
kataku pada tukang becak, tapi dia tetap seolah menganggapku tak ada.
“Becak,”panggil
seorang ibu.
Herannya
becak menepi dan si ibu yang bertubuh subur naik hingga aku hamper terjepi.
Cepat-cepat aku melompat turun sambil menggerutu. “Memangnya angkot. “becak
sudah ada pemunpangnya kok di stop. Mana becaknya mau lagi. Memangnya tak ada
becak lain. “Aku ngedumel panjang-pendek.
Akhirnya
sampai juga aku di depan gerbang. Pak muri berdiri di depan pos. aku
melewatinya sambil menunduk. Dia paling sering menegurku karena aku suka
melinting lengan bajuku. Tapi kali ini beliau tak mempedulikan aku. “Mungkin
dia bosan menegurku terus,” pikirku.
Setelah sampai di kelas bel pun
berbunyi dan aku segera membuka buku untuk perajalan pertama nanti.sambil
menunggu guru yang mengajar.tak lama kemudian bu santi pun datang aku dan kawan
kawan langsung memberi hormat kepada bu santi, setelah beberapa jam pelajaran,
bel pun berbunyi untuk istirahat akupun bergegas menuju kantin tempat biasa aku
nongkrong dengan kawan kawan. Tapi kali ini ada yang berbeda dengan kawan kawan
ku, mereka tak mau pergi ke kantin dan memilih untuk pergi dengan kawan
musuhku.
Aku
heran dengan mereka, baru kali ini mereka mau pergi ke kantin dengan musuhnya “
kataku pada saat perjalanan ke kantin”.
Bel
masuk berbunyi. Aku langsung menuju kelas, biasanya setelah istirahat aku dan
teman teman berbincang bincang dulu sampai ada guru yang datang. T api lagi
lagi teman temanku tak ada yang mau berbicara denganku.
Bel
pulang pun berbunyi aku bergegas mengemasi buku ku kedalam tas. Kemudian aku
pulang sendirian. Biasanya aku pulang dengan teman temanku, tapi teman temanku
malah memilih pulang dengan musuhnya.
Terik
matahari yang sangat panas membakar tubuh ini. Aku ingin pulang kerumah. Tetapi
dirumah sepi.aku memutuskan untuk pergi ke taman untuk menenangkan fikiranku
hari ini. Karena fikirankuhari ini sedang kacau dengan adanya masalah dirumah
dan di sekolah. Di taman terlihat sepi dan tak terlihat seperti biasanya hanya
ada kupu kupu yang menemaniku di dalam kesunyianku ini. Aku merenung sambil
menundukkan kepalaku, tiba tiba saat aku
berdiri, aku kaget dengan seorang laki laki yang tiba tiba muncul di depanku,
laki laki itu tersenyum manis terhadapku, aku pun membalas dengan lagu dengan
suara ragu akupun bertanya kepada seorang laki laki itu
“si..si..siapa
kamu” Tanya aku.
(dengan
suara lagu) laki laki itu tak merespon sama sekali. Aku menoleh kepadanya
dengan kebingungan. Laki laki itu begitu saja menghilang entah kemana. Aku
merasa bingung dan heran.
Jam
menunjukkan pukul 16.30 sore. Aku memutuskan untuk pulang. Dijalan aku
berfikir: “kemana perginya laki laki itu” hari ini begitu aneh. Aku merasa
tidak ada orang yang ada di sekelilingku.
Sesampainya
aku dirumah, rumahku terasa sepi tak ada orang. Bahkan makanan yang disiapkan
di meja makan pun tak ada. Aku memanggil mama dengan suara kerasku.
“ma……mama….” , tidak
ada jawaban dari mamaku. Kemudian aku bergegas naik ke lantai 2 untuk
istirahat, sesampainya di lantai 2 lagi lagi aku terkejut dengan seorang laki
laki yang duduk di kursi santaiku, aku mundur tiga langkah dengan kaki gemetar
bahkan badanku terasa dingin karena ketakutan. Laki laki itu berdiri
menghadapku, aku kaget, ternyata laki laki itu sama persis dengan laki laki
yang berada di taman tadi siang.
Laki laki itu menepukkan tangannya 2x “
PLOK,,PLOK” tak lama kemudian mama, teman teman, bahkan musuhku, keluar dari
sudut sudut rumahku. Aku terkejut dengan kedatangan mereka bahkan satu persatu
mereka menggenggam telur dan di lempar kepadaku
sambin g mengatakan ‘’selamat ulang tahun’’ …..” aduhhhh.,.,.,.,.,”
kataku” telur itu terkena di mukaku, mereka tertawa melihatku, aku ter riak dan
bilang.”kalian sungguh keterlaluan “
(sambil membersihkan telur yang dimukaku ) mamapun menghampiriku “
nak……..selamat ulang tahun ea,maaf jika mama membuat kamu kesal” kata mama.
Mama memeluk aku dan aku bilang “ terima kasih mah aku lupa jika hari ini ulang
tahunku , tapi siapa laki laki misterius itu mah ,,,,,,…? “ mama tidak merespon
sama sekali dengan pertanyaanku “ tapi bodo amat lah aku gak peduli yang
penting hari ini benar benar surpraiz di hari ulang tahunku yang tak mungkin
aku lupakan “ walau aku penasaran dengan laki laki misterius itu “ pikirku”. thanks buat
semuanya yang sudah ngerjain aku di hari ulang tahunku ini, walaupun ngeselin tapi aku bangga dengan
kalian bahkan aku salut dengan pak mukri satpam di sekolahku dan tukang becak
yang sudah pura pura tak melihatku. Terimakasih semuanya.

Tema : Laki laki misterius di ulang
tahunku
Judul :Laki laki misterius
Tokoh : aku(lesti), mama, tukang becak, bu santi, satpam(pak mukri), temanku, laki laki misterius
Latar tempat : di rumah, di sekolah, di taman
Latar waktu : pagi hari, siang hari, sore hari
Pesan : jangan menyangka seseorang itu
buruk sebelum kamu mengenal dia dan
jangan menyangka seseorang yang kamu benci itu musuh, karena suatu saat nanti
kamu akan mengerti permusuhan tak akan bertahan lama bahkan mungkin akan menjadi sahabat.
Alur :
alur mundur


2 komentar:
baguss
wokechh,,
Posting Komentar